feedburner
Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

feedburner count

Karakter berdasarkan golongan darah

Label:

Biasanya orang yang bergolongan darah A ini berkepala dingin, serius, sabar dan kalem atau cool, bahasa kerennya.
Orang yang bergolongan darah A ini mempunyai karakter yang tegas, bisa di andalkan dan dipercaya namun keras kepala.
Sebelum melakukan sesuatu mereka memikirkannya terlebih dahulu. Dan merencanakan segala sesuatunya secara matang. Mereka mengerjakan segalanya dengan sungguh-sungguh dan secara konsisten.


Mereka berusaha membuat diri mereka se wajar dan ideal mungkin.
Mereke bisa kelihatan menyendiri dan jauh dari orang-orang.
mereka mencoba menekan perasaan mereka dan karena sering melakukannya mereka terlihat tegar. Meskipun sebenarnya mereka mempunya sisi yang lembek seperti gugup dan lain sebagainya.
Mereka cenderung keras terhadap orang-orang yang tidak sependapat. Makanya mereka cenderung berada di sekitar orang-orang yang ber’temperamen’ sama.


Golongan darah B

Orang yang bergolongan darah B ini cenderung penasaran dan tertarik terhadap segalanya.
Mereka juga cenderung mempunyai terlalu banyak kegemaran dan hobby. Kalau sedang suka dengan sesuatu biasanya mereka menggebu-gebu namun cepat juga bosan.
Tapi biasanya mereka bisa memilih mana yang lebih penting dari sekian banyak hal yang di kerjakannya.
Mereka cenderung ingin menjadi nomor satu dalam berbagai hal ketimbang hanya dianggap rata-rata. Dan biasanya mereka cenderung melalaikan sesuatu jika terfokus dengan kesibukan yang lain. Dengan kata lain, mereka tidak bisa mengerjakan sesuatu secara berbarengan.
Mereka dari luar terlihat cemerlang, riang, bersemangat dan antusias. Namun sebenarnya hal itu semua sama sekali berbeda dengan yang ada didalam diri mereka.
Mereka bisa dikatakan sebagai orang yang tidak ingin bergaul dengan banyak orang.


Golongan darah O

Orang yang bergolongan darah O, mereka ini biasanya berperan dalam menciptakan gairah untuk suatu grup. Dan berperan dalam menciptakan suatu keharmonisan diantara para anggota grup tersebut.
Figur mereka terlihat sebagai orang yang menerima dan melaksakan sesuatu dengan tenang. Mereka pandai menutupi sesuatu sehingga mereka kelihatan selalu riang, damai dan tidak punya masalah sama sekali. Tapi kalau tidak tahan, mereka pasti akan mencari tempat atau orang untuk curhat (tempat mengadu).
Mereka biasanya pemurah (baik hati), senang berbuat kebajikan. Mereka dermawan dan tidak segan-segan mengeluarkan uang untuk orang lain.
Mereka biasanya di cintai oleh semua orang, “loved by all”. Tapi mereka sebenarnya keras kepala juga, dan secara rahasia mempunyai pendapatnya sendiri tentang berbagai hal.
Dilain pihak, mereka sangat fleksibel dan sangat mudah menerima hal-hal yang baru.
Mereka cenderung mudah di pengaruhi oleh orang lain dan oleh apa yang mereka lihat dari TV.
Mereka terlihat berkepala dingin dan terpercaya tapi mereka sering tergelincir dan membuat kesalahan yang besar karena kurang berhati-hati. Tapi hal itu yang menyebabkan orang yang bergolongan darah O ini di cintai.


Golongan darah AB

Orang yang bergolongan darah AB ini mempunyai perasaan yang sensitif, lembut.
Mereka penuh perhatian dengan perasaan orang lain dan selalu menghadapi orang lain dengan kepedulian serta kehati-hatian.
Disamping itu mereka keras dengan diri mereka sendiri juga dengan orang-orang yang dekat dengannya.
Mereka jadi cenderung kelihatan mempunyai dua kepribadian.
Mereka sering menjadi orang yang sentimen dan memikirkan sesuatu terlalu dalam.
Mereka mempunyai banyak teman, tapi mereka membutuhkan waktu untuk menyendiri untuk memikirkan persoalan-persoalan mereka.





Alasan Wanita Terlena pada 'Buaian'' Internet

Label:


Wanita Dunia Maya
VIVAnews - Kami secara resmi telah menemukan tingkat saling keterikatan virtual baru antar anggota masyarakat yang cukup mengerikan.

Jika studi Intel baru-baru ini dapat dipercaya, masyarakat kita lebih memilih mencari kesenangan duniawi melalui pergumulan sehari-hari lewat laptop dan dunia maya.

Benar, bahwa mengisi hari dengan melakukan pencarian (browsing) di



mesin pencari seperti Google, bagi wanita hampir sama puasnya dengan melakukan aktivitas seksual.

Menurut penelitian ini, 46% dari wanita mengatakan mereka lebih memilih tidak melakukan hubungan seksual selama dua minggu daripada terputus dari sambungan internet.

Untuk Anda kaum pria, percaya atau tidak, golongan pria yang memilih ber-internet ria jumlahnya tertinggal jauh (sekitar 30%) dibanding wanita.

Jadi, bisnis online saat ini masih akan aman, karena 1 dari 4 wanita lebih memilih terjaga semalaman untuk melihat daftar berita di CNN daripada bangun pagi-pagi setelah melakukan hubungan seksual yang penuh hasrat semalaman.

Tanpa disadari, internet secara perlahan dan mantap telah mengambil alih hidup kita untuk sementara. Tapi apakah Anda pernah terpikir, bahwa gosip blog favorit kita atau yang lainnya akan menjadi kumpulan zona nyaman yang nantinya akan menemani kita sehari-hari?

Tidak mengherankan, jika tarif internet sudah berada di posisi teratas dalam daftar pengeluaran biaya Anda. Tawaran makan di luar, belanja, televisi kabel, dan keanggotaan di klub kebugaran mungkin tidak cukup kuat bila dibandingkan dengan kekuatan dari kalimat world wide web (www). Tentu saja, ini semakin memperkuat kejayaan sinyal lampu hijau yang terpasang dalam produk perangkat (chip) Intel.






Hati-hati, Rokok Percepat Kerusakan DNA

Label:

Hati-hati, Rokok Percepat Kerusakan DNA
VIVAnews - Anda pasti sudah tahu dampak negatif dari merokok. Hal lain yang mungkin Anda belum tahu adalah dengan 15 batang rokok memicu satu kali mutasi gen pada DNA (Deoxyribose Nucleic Acid) seseorang. Hal itu menurut penelitian genetik yang dilakukan pada pasien kanker paru-paru.



Tim peneliti Inggris yang berasal dari Wellcome Trust Sanger Institute di Cambridgeshire, inggris melakukan proyek internasional untuk meneliti tanda-tanda kerusakan yang disebbakan oleh rokok. Mereka mengidentifikasi 23.000 mutasi yang diperkirakan merupakan kerusakan yang diakibatkan zat kimia pada rokok.

Seluruh pasien kanker yang diteliti semuanya mengalami kesalahan dalam kode genetiknya (DNA) dan hal itu karena terjadi mutasi gen yang berkali-kali. Kombinasi mutasi gen dan kerusakan DNA ini menyebabkan penyakit baik tumor ataupun kanker.

Jadi, bisa Anda bayangkan jika seseorang yang merokok selama hidupnya. Bisa terjadi puluhan atau bahkan ratusan kali terjadi mutasi gen dan risiko terkena kanker pun semakin besar.

"Mutasi DNA bisa disebabkan banyak hal salah satunya adalah rokok. Zat pada rokok bisa menyebabkan pertumbuhan sel tidak terkontrol atau tidak semestinya. Hal itulah yang menjadi pemicu kanker," kata dr Andy Futreal, dari Wellcome Trust, seperti vivanews kutip dari Daily Mail.

Minimalkan kerusakan DNA Anda atau orang-orang tersayang dengan menghindari rokok. Mungkin saat ini tidak terjadi masalah pada kesehatan tetapi pada lima atau sepuluh tahun mendatang, bisa saja kerusakan DNA semakin banyak dan memicu penyakit kanker.






Membangun Kembali Kepercayaan Diri

Label:

JAKARTA, KOMPAS.com - Ibu Y, 14 tahun menikah, memiliki 3 anak, menulis surat tentang kebingungan dan kepedihan dalam hubungan dengan suami. Ada pesan yang bertolak belakang, yang bila kita pilah-pilah dan susun kembali, sepertinya menjadi kumpulan ”puzzle” yang bermakna dan semoga dapat membantu Ibu Y memahami persoalan dengan lebih baik. Suami orang baik

Sebetulnya suami saya orang baik, supel, ramah, suka menolong. Perkataannya manis, royal dalam mengeluarkan uang, kadang iri, ingin menjadi teman ketimbang istri.

Sua mi saya lebih mementingkan pertemanan daripada saya sebagai istrinya. Dulu, sewaktu kami berteman, saya merasa nyaman karena ada teman yang mau mendengar curhatan saya.”

Di bagian lain: ”Suami saya orang yang bertanggung jawab, sayang anak, dan setia. Walaupun sedang ada masalah, suami selalu pulang tepat waktu.”

Menyakitkan

Setelah menjadi suami semua berubah. Sekarang, suami gampang tersinggung, pendendam, selalu menyimpan kebencian. Kata-kata sayang dan cinta berganti kata-kata menyakitkan, merendahkan, bahkan sampai merendahkan keluarga saya.

Ia selalu membanggakan teman-teman wanitanya, ibunya. Di matanya saya seperti sampah yang tak berharga sama sekali. Kalau suami marah bisa berhari-hari dan selalu saya yang meminta maaf lebih dulu. Kadang saya tidak tahu apa kesalahan saya.

Suami cuek dan marah-marah kalau pekerjaan rumah ada yang kurang berkenan. Jadi saya merasa seperti PRT dan pelayan gratisan. Kalau setiap bulan menerima gaji pas-pasan, saya diminta prihatin. Tetapi, kalau menerima gaji lebih, marah tiba-tiba, seperti takut saya minta.

Meragukan keberartian

”Yang selalu diprioritaskan dalam hidup suami saya adalah hobi (motor, touring, fotografi), pekerjaan, komputer, teman-teman, terakhir anak-anak. Saya tidak tahu apakah saya termasuk orang yang berarti bagi hidupnya. Saya tidak pernah complain dengan hobi dan kesibukannya karena saya sayang dengan suami. Jadi, apa pun yang dia lakukan selama hal itu bisa membuatnya bahagia dan tidak mengganggu rumah tangga kami selalu saya support.”

Dianggap rendah

Saya selalu belajar menerima segala kekurangan suami. Dulu saya orang yang paling sulit meminta/memberi maaf dan suami mengajarkan saya untuk bisa menjadi orang pemaaf. Kini malah suami yang sulit meminta dan memberi maaf. Selalu saya yang memulai meminta maaf walau saya tak pernah tahu kesalahan saya.

Setiap ada masalah dan ingin membahasnya, suami mengelak. Dia lebih suka menganggap tak ada masalah. Setiap kali marah, semua masalah yang dipendam bagaikan bom waktu yang sewaktu-waktu bisa meledak karena sering diungkit-ungkit.

Istri tetap cinta

”Saya sangat mencintainya dari awal bertemu sampai detik ini. Ternyata tidak demikian dengan suami, mungkin dulu suami saya memang mencintai saya, tetapi tidak hari ini.”

Mungkin rumah tangga kami bisa bertahan sampai hari ini karena anak-anak. Suami sering mengatakan ingin pergi dari rumah, tetapi berat meninggalkan anak-anak. Saya jadi khawatir apabila anak-anak sudah mandiri suami saya bisa meninggalkan saya.

Posisi tawar

Saya pernah bekerja dan baru berhenti dua tahun lalu karena ingin fokus dalam berumah tangga. Ternyata tak semudah yang saya bayangkan. Saya tahu diri, saya bukan siapa-siapa dan tidak memiliki apa-apa. Apalagi suami sudah sarjana, lengkaplah sudah hinaan ditujukan kepada saya.

Karena sikapnya itu, kalau suami saya memeluk erat dan suka mencium saya tiba-tiba, saya tidak surprise. Malah saya takut ke-ge-er-an. Karena kalau suami marah, rasanya cinta itu benar-benar sudah pergi. Saya sering membesarkan hati sendiri dengan mengatakan hidup saya lebih baik dari mereka yang kurang beruntung dan suami saya masih lebih baik dibanding mereka yang pernah menderita KDRT. Itu membuat saya bisa bertahan dan tidak malu terus meminta maaf lebih dulu dan melakukan perbaikan diri. Walau saya tidak bisa mengharapkan suami melakukan hal yang sama.”

Kepercayaan diri

Sepertinya ada cukup banyak istri seperti Ibu Y. Memulai perkawinan dengan penuh cinta, berkorban dan melayani suami, tetapi kemudian perlahan-lahan kehilangan posisi tawar dan kepercayaan diri. Para istri perlu mengecek, apakah rasa tak berdaya lebih kuat dirasakan setelah tidak lagi bekerja sehingga harus sepenuhnya tergantung secara finansial kepada suami?

Kita perlu pula berefleksi, sejauh mana sesungguhnya pasangan telah bersikap benar-benar menyakitkan, ataukah kita yang menjadi lebih sensitif karena tanpa disadari telah kehilangan rasa bangga dan percaya diri.

Meyakini pembagian kerja jender yang terlalu kaku dengan menempatkan diri sebagai istri yang selalu siap berkorban dan melayani secara satu arah tanpa kesalingan sesungguhnya kurang bermanfaat. Istri adalah manusia yang punya potensi dan aspirasi pribadi, butuh meyakinkan diri bahwa ia adalah manusia berharga.

Suami juga perlu memahami istri adalah pribadi terpisah yang akan bahagia dan dapat membahagiakan orang lain (suami dan anak) bila ia memiliki jati diri. Hilangnya harga diri istri sesungguhnya dapat menjadi awal hilangnya kebahagiaan berkeluarga.

Semoga ibu Y berani mengambil langkah-langkah untuk menghadirkan kembali jati dirinya dan suami juga memberikan penghargaan agar hubungan kembali menyenangkan dan menguatkan bagi seluruh anggota keluarga. (Kristi Poerwandari/Psikolog)