Memperlambat Terjadinya Penuaan

Menjadi Tua adalah suatu hal yang tidak bisa terelakkan bagi manusia bahkan bagi mahluk hidup yang berada di muka bumi ini,Proses penuaan juga tidak dapat di hindari,Manuasia mengalami penuaan terlihat jelas pada bentuk fisik dan psikis orang tersebut,dari ciri-ciri fisik kita bisa mengatakan bahwa seseorang telah berumur Tua atau orang tersebut sudah tua,dilihat dari Kulit yang keriput semakin tahun semakin terlihat,Rambut sudah pada Ubanan,kekuatan fisdikpun sudah melemah! Tahukah anda sekalian bahwa setiap hari manusia membentuk sekitar 15.000 garis ekspresi pada wajah.
Setiap kali seseorang merasa sedih, senang, marah, takut, gelisah, dan lain sebagainya, otot-otot wajah akan berkontraksi membentuk garis-garis ekspresi sesuai perasaan tersebut.dan garis-garis tersebut dipengaruhi juga dari pola hidup dan iklim dimana kita tinggal.
Normalnya, otot wajah akan kembali ke posisi semula dan kerutan-kerutan tersebut akan menghilang dengan sendirinya. Akan tetapi, seiring dengan bertambahnya usia, tingkat elastisitas kulit dan mekanisme kerja otot menurun dan melemah, sehingga terbentuk garis/kerutan secara nyata dan permanen pada wajah meskipun otot tidak berkontraksi. hal ini dialami oleh semua manusia
Menurut dr. Tince, salah seorang skin expert Biokos, penuaan merupakan suatu proses alami yang terjadi pada setiap orang seiring dengan pertambahan usia (lamanya Hidup didunia). Sebenarnya, gejala penuaan sudah terjadi sejak seseorang berusia 20 tahun, dan akan semakin nyata ketika menginjak usia 30 tahun, yang ditandai dengan munculnya kerutan serta kadang-kadang terdapat flek-flek samar pada wajah.
Dr. Tince mengungkapkan, ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya percepatan proses penuaan. Pertama, faktor internal, yaitu masalah genetik karena berkurangnya produksi kolagen di dalam tubuh. Kedua, faktor eksternal, yakni akibat paparan sinar UV, udara, pola hidup, serta lingkungan yang tidak baik.
Untuk mencegah penuaan dini atau proses penuaan yang lebih cepat dari proses wajar, ia menyarankan agar seseorang mulai rajin merawat kulit sejak berusia 15 tahun sering membersihkan permukaan kulit dari segala kotoran yang menempel dan menjaga kesehatan kulit wajah. Selain itu, dr. Tince juga menganjurkan penggunaan krim antiaging untuk menghambat proses penuaan yang terjadi di permukaan kulit.
Berikut ini adalah beberapa langkah perawatan kulit yang sebaiknya dilakukan oleh setiap perempuan setiap hari:
1. Bersihkan kulit wajah dan leher menggunakan cleanser dengan gerakan sapuan dari bawah ke atas, pijat perlahan permukaan kulit menggunakan ujung-ujung jari. Jangan lupa, gunakan pembersih wajah yang sesuai dengan tipe kulit.
2. Tepuk muka dengan kapas yang telah diberi toner. Langkah ini berguna untuk mempersiapkan wajah sebelum menerima nutrisi.
3. Aplikasikan serum antiaging secara merata ke kulit wajah, kemudian pijat secara lembut.
4. Oleskan moisturizer ke kulit wajah, lalu lakukan kembali gerakan pijat ringan hingga moisturizer terserap sempurna.
5. Minum banyak air putih untuk membantu proses redegenerasi kulit, dan jalani pola hidup sehat
semoga bermanfaat!!!
22:23 | 1 Comments
Antasari & Cinta Birahi
detikcom - Kamis, Mei 7
Antasari Azhar memang tokoh fenomenal. Kali pertama duduk sebagai pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ia diragukan. Tapi ternyata berhasil gilang-gemilang. Kini ketika sudah di pucuk langit tiba-tiba jatuh ke dasar jurang. Hancur nama dan karirnya. Dia disangka menjadi aktor intelektual dari pembunuhan Nasrudin, lelaki yang diduga rivalnya dalam berebut cinta dengan Rhani Juliani.
Kasus ini bak panah Pasopati. Diluncurkan satu berkembang menjadi ribuan asumsi. Tiap asumsi melahirkan ribuan tafsir. Dan saban tafsir ditafsir ulang para penafsir berdasar strata sosial. Kita tidak ke sana. Kita simpel-simpel saja sambil menunggu proses hukum berjalan. Itu agar tidak ikut terperosok dalam kubangan pendapat yang sudah penuh polutan.
Lepas Antasari salah atau tidak terbukti, tapi cinta yang menjadi pangkal kejatuhan. Cinta terhadap lawan jenis sebagai ranjau penghadang. Cinta ini memang ‘seteru purba’ laki-laki. Itu bisa dirunut dari tragedi Habil dan Qobil, Julius Caesar-Cleopatra, Napoleon Bonaparte dan Josephine, Bill Clinton dengan Monica Lewinski, sampai Yahya Zaini-Maria Eva, Max Moein-Desi, Al Amin-Eifel dan kini Antasari-Rhani. Semua berlatar cinta. Cinta birahi.
Cinta ini diskenario atau bukan selalu punya hulu ledak yang ampuh. Yang penampil punya rumus ‘gumuk manukan’ demi karir dan popularitas. Pakem primbon ledek itu mensyaratkan penyerahkan keperawanan bagi maesenas potensial. Dia tidak tabu jadi gundik. Dan rata-rata punya amalan yang dirapal saat ritus seks agar sang lelaki mana saja yang mengencani lengket kayak prangko.
Matahari, agen spionase berdarah Jawa-Belanda juga mengumpan tubuhnya untuk mengorek informasi. Itu demi tugas yang disandang sebagai agen rahasia. Sedang untuk kepentingan bisnis seks, Hartono yang dulu ‘juragan ayam’ mewajibkan ‘ayam-ayamnya’ mempelajari teori senggama kala pagi sebelum praktek. Mereka menyimak seksama video porno, dan menyimpan di mimetiknya kelemahan laki-laki.
Eksplorasi total kelebihan genital itu letak kekuatan di balik kelemahan wanita. Wani ditata, berani ditata, diatur laki-laki. Tidak terbayangkan lagi powernya kalau dia jadi perempuan. Keliaran berpadu dengan kecerdasan dan kebebasan berekspresi, maka hampir pasti laki-laki mana saja klepek-klepek dibuatnya.
Kekuatan dan kelemahan perempuan memang kodrat. Sama dengan laki-laki. Untuk itu agama dan hukum mengaturnya agar harmonis, tidak barbar dan chaostis. Maka ketika Nasrudin terbunuh dengan luka tembak bermotif wanita, maka kita seperti dibawa ke zaman baheula. Zaman sebelum kenal peradaban.
Kita makin tak habis pikir tatkala tersangka pembunuhan itu diduga ‘diotaki’ Sigid Haryo Wibisono bos Harian Merdeka, mantan Kapolres Williardi Wizar dan Antasari Azhar. Itu pula yang menyulut beragam spekulasi. Ada yang menebak ‘orang-orang besar’ itu dijebak atau masih tersembunyi lagi ‘orang yang lebih besar’ yang mendalangi.
Motifnya memang gampang dicari dari celah-celah aktivitas serta pergaulannya. Dari persaingan bisnis hingga kompetisi jabatan yang ketat. Bisa pula melalui asumsi skenario terencana agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dipandegani Antasari mandeg kiprahnya.
Sejauh dari pemberitaan yang gencar, rasanya motif itu gampang tanggal. Indikasi yang mengarah kesana amat lemah. Justru dari hari ke hari kesan keterlibatan ‘orang-orang besar’ itu semakin mengental. Memang mereka bukan eksekutornya. Tapi bukti materiil menguatkan keterlibatannya.
Jika hukum kelak mampu menyibak di balik keremangan kasus ini, maka dengan segala rasa sakit dalam dada, kita wajib memberikan apresiasi. Itu sebagai sinyal hukum di negeri ini mulai tegak. Tidak pandang teman, tidak pandang institusi, dan tidak pandang jabatan. Sebab kita tahu bagaimana kedekatan Sigid Haryo Wibisono dengan penyidik, juga Williardi Wizar mantan Kapolres Jakarta Selatan serta Antasari Azhar.
Memang sulit kita menerima ‘kenyataan’ ini. Itu karena hati kita sudah lama terstimulasi untuk memberi hormat. Laku dan tindak mereka sangat baik dan terpuji. Malah sedang tumbuh keyakinan di batin ini, bahwa tokoh-tokoh yang siap jadi martir bagi perbaikan negeri ini mulai bermunculan untuk membawa Indonesia ke gerbang yang dicita-citakan.
Adakah mereka memang melakukan perbuatan barbarik itu? Ini yang sedang kita tunggu sama-sama!
* Djoko Suud Sukahar: pemerhati budaya, tinggal di Jakarta.
23:15 | 0 Comments









