feedburner
Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

feedburner count

Untuk siapa blog kita dibuat ?

Label:

Mungkin sudah sangat terlalu banyak tulisan yang mengupas bagaimana supaya konten blog kita mudah diindeks oleh google, seperti peningkatan kualitas Search Engine Results Page (SERP) yang tinggi dengan menempati halaman pertama pada hasil pencarian, dan juga berbagai tips dan trik SEO lainnya. Mulai dari dengan menggunakan cara-cara yang sangat beresiko hingga yang tidak melakukan cara apapun , alias natural.

Lary Page, seorang pendiri google mempunyai visi yang tidak main-main untuk google, yaitu “mesin pencari yang sempurna”. Puncak kesempurnaan mesin pencari ini mungkin sederhana saja, yaitu ketika ia mampu menampilkan hasil pencarian persis yang diharapkan oleh usernya, yaitu kita, manusia.

Pada kesempatan kali ini saya akan menulis tentang seberapa hummanitasnya blog kita dengan para pengunjungnya. Karena dalam banyak hal kita sering lupa, bahwa pada dasarnya konten blog kita itu ditulis untuk manusia, bukan untuk robot. Kalau google saja berusaha mati-matian untuk memberikan servis terbaik buat manuisa, lantas seberapa manusiawinya blog kita untuk dibaca oleh manusia sehingga blog kita bisa menjadi blog yang unik baik dimata manusia maupun dimata google?

Untuk siapa blog kita dibuat ?

Siapa kira-kira yang akan menjadi target pengunjung blog kita ?, Klasifikasinya bisa beragam, misalnya sebagai berikut :

Target klasifikasi usia : anak-anak, remaja, dewasa, orang tua, manula
Target klasifikasi profesi : pelajar, mahasiswa, buruh, guru, militer, teknisi, dan lain-lain
Target klasifikasi gender : laki-laki, perempuan, atau waria

Dengan target yang campuran, mungkin blog kita bisa menjaring pengunjung dari berbagai segi klasifikasi, tapi itu tidak akan terlaku konsisten dibanding dengan fokus kepada salah satu klasifikasi.

Apa alasan pengunjung datang ke blog kita ?

Pertanyaan ini tidak perlu kita jawab dengan perkataan singkat, melainkan lebih kepada tantangan supaya kita bisa menyajikan konten-konten yang berkualitas di blog kita, dan itu bisa menjadi alasan yang kuat buat orang datang mengunjungi blog kita. Pertanyaanya sederhananya adalah “seberapa bermanfaatnya konten blog kita untuk pengunjung ?”.

Kenapa pengunjung kita cepat angkat kaki dari blog kita ?

Ini adalah kebalikan dari poin kedua, kalau tadi adalah alasan orang datang maka sekarang adalah alasan orang pergi. Yang dalam bahasa SEO ini disebut Bounce Rate. Untuk melihat seberapa tinggi persentase angka blounce rate di blog kita, silahkan gunakan layanan Google Anlytic.

Untuk sebuah perencanaan, mungkin ini belum begitu penting. Tapi dikemudian waktu kita harus memperhatikan poin ini. Kita harus mempelajari seberapa tinggi prosentase “angkat kaki” dari blog kita, karena itu bisa jadi gambaran kalau blog kita menyebalkan dan tidak bermanfaat.

Apa yang ingin user lakukan dengan blog kita ?

Bisa dibilang ini adalah poin bagaimana kita memahami apa yang diinginkan oleh pengunjung pada saat mengunjungi blog kita. Saya sedikit tertarik dan kagum dengan beberapa website milik pemerintah Malaysia, bukan cuma sekedar dari desainnya, tapi juga dengan bagaimana mereka memberi servis tambahan yang dieruntukan buat saudara-saudara kita yang difable, yaitu tersedianya fitur W3C Disability Access. Pada fitur tersebut terdapat beberapa layanan :

Resizer Text, yang berfungsi mengatur ukuran font pada website.
Color Selection, yang berfungsi menyesuaikan warna template website.
Text Reader, yang berfungsi membantu membacakan teks yang tampil pada website.

Itu adalah salah satu contoh memberikan fasilitas yang akan menunjang apa yang diinginkan oleh pengunjung blog kita, misalnya saudara-saudara kita yang difable ingin mendapatkan informasi yang disampaikan oleh pemerintah melalui website tanpa membebani orang lain.

Contoh lain yang bisa kita lakukan adalah menyediakan fitur “print this page” yang memudahkan pengunjung saat akan mencetak konten blog kita.

Apa yang diingkan oleh pengunjung ?

Sepintas mungkin tidak berbeda dengan poin keempat, tapi sebetulnya berbeda. Pada poin ini adalah lebih mengarah kepada konten blog kita. Misalnya begini, banyak orang yang mencari tentang informasi rute angkutan kota (angkot). Setelah kita coba lakukan penelusuran, ternyata belum ada blog yang membahas tentang itu. Kemudian kita membuat blog yang full & pure membahas tentang per-angkotan, mulai dari rute, tarif, warna, tips dan trik, berita, kisah di angkot, dan lain sebagainya.

Jika dikaitkan dengan poin kesatu, maka jelas blog kita disasar kepada orang-orang yang sering kebingungan saat akan berpergian yang mengharuskan ia naik angkot.

Sudahkah menghargai waktu pengunjung ?

Ketika blog kita penuh dengan berbagai pernak-pernik mungkin menarik, ada banyak widget, pop up, iklan, flash, dan lain sebagainya. Tapi sekali lagi unik itu bukan berarti menarik, dan menarik belum tentu asik.

Saat kita berkunjung ke blog orang lain dengan menempatkan diri sebagai pengunjung biasa (bukan blogger), seberapa penting widget jam, tanggal, dan lainnya buat kita ?, pernahkah kita memperhatikannya ?. Jarang bukan. Mungkin demikian juga saat orang lain mengunjungi blog kita.

Kemudian ketika kita mengunjungi blog orang lain yang terlalu banyak iklan dan pop-up gimana rasanya ?. Duh, bukan main menyebalkannya kan. Kalau sudah tau rasanya seperti itu, sepertinya kita tidak perlu melakukan hal yang sama.

Kita harus membuang banyak embel-embel pada blog kita yang sekiranya tidak terlelau penting, dan justru malah hanya akan memberatkan loading. Sebab, kecepatan itu sesuatu yang sangat penting buat pengunjung, karena sebagian besar dari mereka adalah memprioritaskan konten.

Mayorita pengunjung mempunyai prinsip “waktu itu sangat berharga”. Terlebih bagi mereka yang online dengan bebatas waktu dan biaya. Jadi, gimana caranya blog kita bisa ramah waktu, ongkos, dan juga kesabaran buat si pengunjung, dan itu harus kita perhatikan.

Seberapa amankah blog kita ?

Aman atau safety-nya blog kita sangat berkaitan dengan seberapa sehatkah blog kita ?. Sebaik-baiknya blog adalah blog yang bermanfaat buat pengunjungnya, sementara seburuk-buruknya blog adalah blog yang merugikan pengunjungnya.

Aman tidak hanya dilihat dari sisi hardware maupun software perangkat yang digunakan untuk mengaksesnya. Melainkan juga aman atau tidaknya bagi perkembangan kemajuan generasi bangsa.

Seberapa kreatif kah blog kita ?

Para ahli filsafat sering mengatakan ; “kreatifitas mengalahkan segalanya”. Sepertinya inipun layak dipegang teguh oleh seorang blogger. Kreatifitas dalam ngeblog sangat menunjukan kepribadian dan kekuatan ide dari seorang blogger. Kreatif dalam ngeblog bisa diaplikasikan dalam banyak hal, namun esensi yang paling kuat dari sebuah kreatifitas adalah orisinalitas. Mungkin bisa dibilang kalau kreatifitas = orisinilitas = kepribadian.

Seorang blogger bisa menunjukan kekreatifannya melalui desain atau tata letak tampilan blognya, tulisan-tulisan sebagai buah karya pemikirannya, bagaimana cara dia menyikapi setiap komentar yang masuk, cara-cara menyebarkan tulisan di blognya, dan lain sebagainya yang menunjukan kalau dia mampu seperti itu.

Sobat, demikianlah sedikit rangkaian tulisan singkat, yang mudah-mudahan bisa menjadikan blog semakin ramah manusia alias manusiawai. Dengan begitu, saya kira blog kitapun akan ramah dimata google. Semoga bermanfaat.



TAHU GRANTUNG

Label:

WACANA PENGEMBANGAN POTENSI TAHU GRANTUNG

Tahu merupakan makanan yang sangat familiar untuk dikonsumsi oleh masyarakat khususnya sebagai lauk pauk. Makanan ini berasal dari kedelai yang menurut pakar gizi mengandung banyak zat yang bermanfaat bagi tubuh. Di samping terkenal kandungan gizinya untuk saat ini banyak modifikasi penyajian makanan yang berbahan dasar tahu seperti: ada bakso tahu, bakwan tahu, tahu isi, tahu telur, pepes tahu dan sebagainya. Dengan demikian tahu sekarang bukan lagi termasuk jenis makanan yang diolah sekedarnya. Bahkan kita sangat mengenal tahu Sumedang yang mampu membawa nama harum wisata kuliner Kota Sumedang, juga ada tahu Bakso Ungaran yang juga membawa Kota Ungaran menjadi dikenal masyarakat luas. Hal ini sebagai bukti bahwa sebuah kota bisa menjadi terkenal karena makanan yang dimilikinya.

Tahu Grantung merupakan salah satu produk makanan Kabupaten Purworejo yang sudah sejak dulu dikonsumsi oleh masyarakat Kabupaten Purworejo dan Kabupaten sekitarnya. Disebut Tahu Grantung karena tahu ini di produksi oleh masyarakat Desa Grantung yang letaknya di pinggir jalan raya jalur Kutoarjo Purworejo atau di jalur Selatan Pulau Jawa. Kalau di lihat dari lokasinya Desa ini sangat strategis dan memiliki peluang untuk mudah dikenal masyarakat.

Saat ini potensi tahu grantung belum mampu berkembang dengan optimal apalagi beberapa waktu yang lalu sempat agak lesu yang disebabkan oleh adanya kenaikan harga bahan baku yaitu kedelai dan juga langkanya bahan bakar minyak tanah. Namun dalam kondisi seperti itu masih banyak Usaha Kecil Menengah (UKM) produk tahu grantung yang tetap eksis karena memang mereka sudah sangat berpengalaman dan sudah memiliki jaringan pemasaran yang cukup luas.

Sekarang bagaimanakah agar potensi tahu grantung ini dapat terkenal seperti Tahu Sumedang ataupun Tahu Baso Ungaran? Ini merupakan pekerjaan rumah baik bagi para pengusaha tahu grantung itu sendiri, masyarakat, dan juga peran Pemerintah Kabupaten Purworejo untuk terus bersama-sama mengembangkan dan juga mengenalkan produk ini kepada masyarakat secara luas. Untuk menjadikan suatu produk lebih terkenal bukan suatu pekerjaan mudah namun bisa dikerjakan antara lain dengan inovasi produk tahu dan juga pembinaan kepada UKM berupa pelatihan teknis maupun pelatihan tentang perilaku dari para UKM (SDM) serta promosi baik secara offline maupun online.

Santi
Masyarakat Pengamat UKM Kabupaten Purworejo



Tanda-Tanda Seorang Peselingkuh Bisa Berubah

Label:

detail berita
(Foto: gettyimages)

PERSELINGKUHAN menjadi duri dalam sebuah hubungan berkomitmen. Satu pihak merasa bahagia mendapatkan mitra baru sedangkan pihak lain harus menata hati. Jika si dia selingkuh, bisakah berubah?

Ketika isu orang ketiga menerpa hubungan, kita akan bertanya-tanya, apa penyebabnya hingga si dia mendua? Bisakah dia kembali ke dalam pelukan?

Menurut Sharon Rivkin, terapis keluarga dan pernikahan berlisensi, sebagian peselingkuh bisa berubah sedangkan sebagian lainnya tidak bisa.

"Peselingkuh yang tidak berubah adalah orang-orang yang merasa bahwa selingkuh merupakan hak, seorang yang narsisis, tidak memiliki rasa penyesalan, dan punya gangguan pengendalian impuls," jelasnya.

Sementara, tambahnya, peselingkuh yang dapat berubah adalah orang-orang yang tidak memiliki gangguan karakter atau kecanduan. Alasan yang mendorong perselingkuhannya adalah tidak bahagia dalam hubungan, hubungan sampai pada titik jenuh, kebutuhan tidak terpenuhi, dan sangat miskin komunikasi.

Rivkin menekankan, perselingkuhan merupakan gejala ekstrim dari hubungan yang sudah dalam kondisi sulit untuk sementara waktu. Ini bak dua sisi mata uang; berfungsi sebagai katalisator yang bisa mengakhiri hubungan atau membawa hubungan pada tingkat yang lebih intim.

Simak beberapa tanda peselingkuh bisa atau tidak bisa berubah, seperti dikutip Galtime.

Tanda-tanda peselingkuh yang bisa berubah, di antaranya:

1. Memiliki rasa penyesalan dan sakit setelah berselingkuh.
2. Keinginan untuk mendapatkan bantuan, secara individu maupun bersama pasangan, untuk menyelesaikan penyebab perselingkuhan.
3. Keinginan untuk menunjukkan telepon seluler, e-mail, dan sebagainya kepada pasangan tanpa menjadi defensif.
4. Kemampuan memutuskan hubungan terlarangnya untuk kembali pada hubungan utama.
5. Mengakui kesalahan bahwa mereka telah berselingkuh.

Tanda-tanda peselingkuh tidak bisa berubah, antara lain:

1. Tidak ada penyesalan.
2. Pernah selingkuh dan enggan untuk mencari bantuan.
3. Melanjutkan untuk bersikap defensif terhadap telepon seluler, e-mail, ataupun SMS mereka.
4. Tidak mampu menghentikan perselingkuhan karena gangguan karakter, seperti narsisme, kecanduan seks, dan lainnya.
5. Ketidakmampuan untuk benar-benar mengakui bahwa apa yang mereka lakukan adalah salah, misalnya banyak rasionalisasi, alasan, dan cenderung menyalahkan pasangannya.

Menurut Rivkin, setiap orang harus mendalami hubungan. Bila segala upaya telah dilakukan dan Anda merasa tidak bisa memercayainya lagi, bahkan jika dia menunjukkan tanda-tanda perubahan, Anda mungkin perlu mengambil keputusan untuk meninggalkannya.

"Meninggalkan hubungan yang tidak menyehatkan bukanlah sebuah tanda kegagalan atau kelemahan," tutupnya. (ftr)